Re-open EU, Situs Info Perjalanan ke Uni Eropa kala Pandemi
Dapatkah saya pergi liburan ke Spanyol? Apa saya akan jalani karantina sesampainya serta sepulang disana? Sudahkah museum serta restoran dibuka kembali lagi?
| Terknik Fundamental Permainan Over Under |
Mulai Senin (15/6), saat beberapa negara anggota Uni Eropa percepat pembukaan kembali lagi tepian mereka, pertanyaan wisatawan akan dijawab oleh situs situs sah Uni Eropa.
Diambil dari AFP, lewat situs Re-open EU atau reopen.europa.eu, beberapa wisatawan bisa masukkan nama negara yang mereka berharap untuk datangi serta cari tahu ketentuan yang diresmikan sesudah lockdown virus corona.
Pilihan RedaksiCorona, Resort AS Menawarkan Berlibur di Pulau Pribadi Rp3,6 M
Negara ASEAN Launching Situs Bersama-sama Informasi Epidemi & Rekreasi
INFOGRAFIS: 10 Persiapan Rekreasi di Masa New Normal
Situs yang ada dalam 24 bahasa selama ini baru meliputi 27 negara anggota Uni Eropa - tidak ada info untuk Inggris atau empat anggota non-Uni Eropa dari zone perjalanan Schengen.
Seorang masyarakat Perancis, contohnya, bisa konsultasi dengan situs itu untuk mengenali info tentang jalan kereta cepat ke Luksemburg.
Bila ia ingin ke Austria karena itu situs menginformasikan jika dia harus kenakan masker di kereta, serta saat akan terbang pulang ke Prancis dia harus memberi pengakuan sah tidak mempunyai tanda-tanda virus corona.
Info dalam situs serta aplikasi Re-open EU tetap akan diperbaharui bersamaan dengan perubahan epidemi virus corona di dunia.
Beberapa negara Uni Eropa kembali membuka tepian internal untuk negara anggota pada Senin, tapi ketentuan jarak sosial benar-benar beragam di tiap negara serta beberapa negara terus batasi kehadiran dari wilayah beresiko tinggi.
Sampai sekarang ini wisatawan Indonesia belum dapat datangi beberapa negara Uni Eropa.
Sirus VFS Global sebagai pusat pengerjaan visa Schengen masih tutup sampai pernyataan selanjutnya.
"VFS Global bekerja sesuai instruksi dari kewenangan pemerintah pusat serta wilayah serta misi diplomatik negara (yakni Kedutaan Besar/Konsulat) mengajukan visa," catat VFS Global dalam menu FAQ di websitenya.
"Berharap dicatat jika serta sesudah lockdown [di negara Uni Eropa] usai, VFS Global cuma bisa dibuka saat Kedutaan/Konsulat ditempat memberi kesepakatan untuk pembukaan kembali lagi. VFS Global tidak bisa putuskan pembukaan kembali lagi Pusat Aplikasi Visa sepihak," sambungnya.
